Tips jitu memancing ikan di laut dan air tawar
Tips jitu memancing ikan di laut dan air tawar - Memancing adalah suatu hobi yang sangat unik. Pada kesempatan ini
Cijolang Mania akan membahas atau bisa dikatakan berbagi bagaimana
cara/teknik memancing di air yang mengalir deras khususnya sungai dengan
arus deras.
Sebelum
kami membahas kepada pokok bahasan, mungkin sekedar mengingatkan bahwa
terdapat beberapa spesies ikan yang hidup di aliran air arus deras.
Diantaranya adalah Nilem Mangut, Balar (lalawak), Bebeong, Jeler, Paray, Moa (Lubang; dalam bahasa kami), Hampala, Beunteur (wader) dan masih banyak jenis spesies lainnya.
Pada
dasarnya cara/teknik memancing pada aliran air deras hampir sama
seperti mancing pada umumnya baik di kolam pemancingan ataupun di laut
yang berarus sedikit tenang. Namun ada beberapa cara berbeda diantaranya
adalah :
1. Peralatan
Untuk
peralatan yang digunakan dalam memancing diarus deras, kita bisa
menggunakan joran (jeujeur; dalam bahasa kami) yang agak lentur, itu
dikarenakan kebanyakan ikan di sungai belum kita ketahui, kecil atau
besarnya dan pada umumnya adalah ikan-ikan kecil. Untuk senar/kenur yang
digunakanpun ukurannnya jangan terlalu besar, tapi ukuran kecil dengan
kualitas tinggi. Untuk mata pancing/kail pun jangan terlalu besar,
kecuali jika target memancing kita adalah ikan-ikan besar seperti
Bebeong dan Hampala, cukup ukuran 1 – 2,5 saja, dan yang paling penting
adalah pemberat/timah, untuk mancing di air yang arusnya deras kita
mesti menggunakan pemberat/timah dengan bobot lumayan tetapi juga harus
disesuaikan dengan kecepatan derasnya air tersebut. Kita bisa
menggunakan pemberat kisaran 2 – 6 gram untuk di sungai,jika untuk di
laut mungkin dapat disesuaikan lagi. Untuk umpan tentu saja harus kuat
dan kenyal, agar tahan terhadap derasnya aliran air ( bisa dibaca pada Umpan Nilem mangut dan Umpan Ikan Balar )
2. Cara/Teknik
Ada
2 cara untuk memancing di air dengan aliran yang deras. Pertama adalah
digantung ; cara ini digunakan dengan memasang target ikan-ikan yang
senang memakan lumut/makanan di tepian batu atau cadas, ini biasanya
untuk sungai yang berstruktur batu/cadas. Caranya letakan joran dengan
ujung joran mendekati air dan untuk senarnya sendiri diusahakan
kira-kira jangan mencapai dasar sungai (sesuaikan dgn kedalaman
sungai/lubuk).
Cara kedua adalah dengan sistem lempar jauh,
maksudnya kail kita lempar jauh ke sungai/lubuk yang berarus deras dan
membiarkan kail, umpan dan pemberat mencapai dasar sungai/lubuk. Untuk
cara ini pemberat/timah yang digunakan harus berat/berbobot agar tidak
terbawa arus sungai yang sangat deras.
Itulah
beberapa cara/teknik memancing di sungai dengan aliran air deras,
mungkin cara-cara yang telah kami uraikan di atas masih jauh dari
sempurna, mengingat begitu banyak cara/teknik dalam memancing di arus
deras. Uraian dari kami mungkin hanyalah sebagian kecil teknik bagi para
mancingers sungai arus deras, untuk lebih pasnya lagi silahkan
anda exlpole lagi dan bila ada car/teknik la yang berbeda mohon
ketersediannya berbagi kepada kami, semoga bermanfaat dan selamat
memancing..!
------------------------------------------------------
Tips memancing di laut

2. Pierfishing (Memancing dari dermaga):
Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan gelombang.
Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga
dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya,
karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu,
pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type spinning,
karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan surfishing.
3. Rockfishing (Memancing dari batu karang):
Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari
lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang
memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan
Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam rockfishing,
dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat
mendebarkan dan seru. Biasanya pada rock fishing bisa mendapatkan ikan
yang lebih besar jika dibandingkan dengan surfishing dan pierfishing.
Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti surfishing
dan pierfishing, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang
berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.
Mancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:
1. Bottom Fishing (Mancing dasar/jebluk):
Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang
dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan
pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan
sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan
hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan
type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi
ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan
mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur
menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan
yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning
atau baitcasting.

2. Jerking (Mancing hentak/ngotrek): Sama
halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang
dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat
agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya
menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu
mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur
sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar
terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan
umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan
yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis
spinning, baitcasting dan conventional.
3. Kite Fishing (Mancing menggunakan layang-layang):
Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk
menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar
tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan
untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing
bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya
dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang
dapat pula memakai balon.
4. Drifting (Mancing berhanyut): Dapat
diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan
efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup
dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau
conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan
gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada
yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.
5. Trolling (Mancing tonda):
Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum
pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang
bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan
piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang
berukuran besar.
------------------------------------------------------------------
Resep Umpan Mancing Ikan Air Tawar
Untuk memancing di perairan air tawar, kita bisa menggunakan umpan
seperti cacing, pelet, kroto, jangkrik, udang dan lain – lain sesuai
dengan ikan yang akan kita pancing. Namun tidak jarang para pemancing
membuat ramuan umpan sendiri dengan campuran bahan – bahan tertentu
sehingga menghasilkan umpan jitu yang dapat menghasilkan banyak ikan.
Berikut salah satu tips membuat umpan ramuan umpan untuk mancing ikan
air tawar.
- Jagung Yang tidak terlalu tua di parut atau bisa juga di blender, kemudian ditambah mentega. Kukus kedua bahan tersebut sampai matang.
- Angkat kukusan tersebut, kemudian dinginkan. Setelah dingin dan dikira siap, tambahkan essen dan aduk sampai rata. Untuk aroma essen bisa rasa nangka atau duren yang biasa dipakai. Agar lebih bagus lagi, ramuan bisa dicampur dengan telur bebek atau belut kukus yang sudah di bersihkan tulang dan isis perutnya.
- Supaya tidak terlalu lembek tambahkan ubi (ubi madu cilembu lebih baik) yang sudah dikukus. Selanjutnya tambahkan mie instan kering yang sudah dihaluskan, untuk lebih meliatkan adonan tadi.
- Umpan Siap digunakan. Tambahkan kroto ( telur semut ) bila diperlukan.
-----------------------------------------------------------------------
Umpan,
merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kesuksesan dalam
memancing. Dengan beragamnya jenis ikan air tawar, maka umpan yang
digunakan pun juga harus beragam. Oleh karena itu, dibutuhkan
pengetahuan yang cukup bagi para pemancing untuk menentukan umpan yang
tepat dalam sebuah target memancing.
Berikut adalah jenis ikan air tawar dan makanannya agar kita bisa
menentukan umpan yang tepat untuk mancing ikan di air tawar/ fresh
water:
Ikan Patin:
Sifatnya mirip dengan ikan lele, yaitu termasuk ikan dasar dan aktif
mencari makan di malam hari. Makanannya di alam liar berupa hewan-hewan
kecil yang ada di sekitar habitatnya, antara lain ikan kecil, cacing,
serangga, udang, dan siput. Terkadang ikan ini juga memakan biji-bijian.
Pelet menjadi makanan ikan ini ketika sudah dibudidayakan.
Ikan Mas (Carp Fish):
Ikan Mas (Carp Fish):
Ikan ini tergolong ikan jenis Omnivora, yakni ikan pemangsa segala, baik
tumbuh-tumbuhan atau hewan. Di alam liar ikan ini memakan hewan-hewan
kecil dan tumbuh-tumbuhan yang terdapat di sekitar habitatnya, seperti
cacing dan lumut. Ikan jenis ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat,
sehingga jenis makanannya pun menjadi beragam. Makanan ikan mas hasil
budidaya yang paling sering kita jumpai adalah pelet.
Ikan Nila:
Ikan Nila:
Sama seperti ikan mas, ikan nila juga tergolong jenis pemakan segala
alias Omnivora. Hewan-hewan renik dan tumbuh-tumbuhan merupakan makanan
favorit ikan ini di habitat alam liar. Ketika sudah menjadi ikan hasil
budidaya biasanya ikan ini diberi makan pelet dan bekatul.
Ikan Tawes:
Ikan Tawes:
Ikan asli Indonesia ini tergolong jenis ikan Herbivora, yaitu hewan
pemakan tumbuh-tumbuhan. Makanan ikan ini berupa rumput-rumputan dan
lumut yang menempel di sekitar habitatnya.
Ikan Lele (Catfish):
Ikan Lele (Catfish):
Ikan Lele termasuk jenis hewan Karnivora, yaitu pemakan daging. Makanan
ikan lele di alam liar berupa binatang renik seperti kutu air, jentik
nyamuk, serangga, siput atau keong kecil, dan cacing. Apabila sudah
dibudidayakan, ikan lele biasa diberi makan pelet dan limbah peternakan.
Jenis ikan ini aktif mencari makan di malam hari.
Ikan Gurami:
Ikan Gurami:
Ikan ini masuk didalam golongan ikan pemakan segala, namun setelah ikan
ini dewasa cenderung memakan tumbuh-tumbuhan seperti azolla, kangkung,
genjer, dan beberapa tumbuhan air lainya. Selain itu ikan ini sering
juga diberi makan daun talas, daun pepaya, dan daun ubi kayu. Dapat juga
diberi makan pelet.
Ikan Bawal:
Ikan Bawal:
Merupakan ikan idola para pemancing di kolam karena dikenal gesit,
sehingga sangat menantang para pemancing untuk menaklukkan ikan ini.
Ikan ini termasuk dalam golongan hewan Karnivora. Di perairan bebas,
ikan ini memangsa ikan-ikan kecil, udang, atau serangga air. Apabila
sudah dibudidaya ikan ini menyukai pelet.
Tips dan Trik memancing Ikan Patin :
1. Rangkaian pancing ikan patin
bisa menggunakan pelampung atau tidak (glosor). Rangkaian pancing bisa
terdiri 1 atau 2 mata kail ukuran kecil sampai sedang. Hal ini
dikarenakan ikan pegasius tidak memiliki mulut yang terlalu besar.
Gunakan kawat nikelin kecil dan lemas atau kenur pandu / lider,
kili-kili dan timah pemberat ukuran kecil. Yang harus diingat, apabila
anda lebih suka pada pelampung adalah jarak kail sampai pelampung harus
sepanjang dalamnya sungai atau kolam agar umpan dapat menyentuh dasar.
Pertama-tama ikatan pancing ke nikelin /
kenur pandu sepanjang 5-7 cm, kemudian nikelin atau kenur pandu
tersebut (apabila ada dua, kedua-duanya) diikatkan ke kili-kili.
Sebelumnya kili-kili itu diikatkan ke senar utama, jangan lupa masukkan
timah pemberat di kenur utama. Pastikan timah pemberat yang digunakan
adalah jenis yang bolong di tengah (timah melinjo) sehingga timah dapat
bergerak leluasa di senar utama. Setelah timah dimasukkan, ikatkan senar
utama ke kili-kili yang tersambung dengan mata kail. Setelah rangkaian
pancing jadi, gunakan karet stopper di senar utama sebagai penjaga agar
timah tidak berjalan terlalu jauh dari kili-kili. Jarak 5 cm biasanya
sudah cukup memadai. Setelah umpan yang terpasang dilempar, pastikan
senar berada di garis lurus antara pemancing dan umpan. Tidak perlu
menarik senar sehingga tegang, justru biarkan agak kendor sehingga senar
bisa terlihat terapung di atas air membentuk satu garis. Apakah ikan
menyambar, maka pemancing akan melihat garis yang terbentuk dari senar
di atas air tersebut berjalan.
2. Ikan patin tidak akan membawa umpan
dalam satu kali sentakan, begitu senar bergerak beberapa saat
cepat-cepat sentak joran anda. Telat menyentak akan mengakibatkan umpan
dilepehkan oleh ikan dan terlepas.
3. Ikan patin akan terasa mengasyikan
apabila dipancing dengan senar kecil. Untuk pemula disarankan senar
berukuran 8-12 lbs, bagi yang menyukai teknik fight “tarik-ulur”
disarankan menggunakan senar berukuran 2-6 lbs.
4. Jangan lupa setelan drag yang
disesuaikan dengan ukuran senar. Hentakan pertama tidak akan membuat
ikan patin berukuran besar melawan dengan kuat, anda biasanya akan
merasa berat, tetapi semakin ke pinggir maka ikan akan mulai “mengamuk”.
Hati-hati, sentakan mendadak dari patin terhadap senar kecil dapat
memutuskan tali senar. Ketika ikan sudah dekat dan siap untuk diangkat,
siapkan serokan untuk mengangkat ikan. Ingat jangan memegang tali
apabila ingin mengangkat ikan untuk diserok. Apabila menggunakan kenur
kecil, ikan patin yng hendak diserok biasanya akan melawan dengan keras
dan kemungkinan besar putus. (kaskus.us)
--------------------------------------------------------------------




1 Komentar:
thank you for any information you provide
Pelet Super Aquatic Aroma Amis
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda